Selamat Datang Di

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

 Festival Pesisir yang digelar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, berlangsung meriah. Ratusan  warga dari berbagai belahan Jakarta Utara dan wilayah lain seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor ikut tumpah ruah memeriahkan acara yang digelar di Pantai Marunda, Minggu (18/7). Festival ini digelar dalam rangka peringatan pencanangan satu tahun Destinasi Pesisir oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Yacht Club, Juli 2009 lalu.

Di festival ini semua kelurahan menampilkan semua produk unggulan dan hasil seni kerajinan yang dibuat warga,seperti di Stand Kelurahan Semper Barat. Di stand tersebut menampilkan beraneka ragam olahan makanan dan minuman seperti pempek dan kue kering. Begitu juga aneka minuman buahnya. Di stand ini juga menampilkan hasil karya ibu PKK seperti percak maupun tas yang terbuat dari bahan limbah plastik.
"Semua produk yang ada di Stand kelurahan Semper Barat merupakan hasil olahan para remaja dan ibu PKK di Semper Barat, dengan Festival ini pengunjung bisa mengetahui hasil buatan warga Semper Barat" kata Ponni Fredi Setiawan Ketua PKK Kel Semper Barat.

Susanti 23, warga semper barat yang datang kelokasi acara untuk ikut menyaksikan aneka macam lomba, bazar, dan atraksi kesenian pesisir. Bahkan sejumlah produk unggulan rumah tangga dari seluruh kelurahan dan Sudin Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (UKMP),  "Banyak produk unggulan yang bisa bersaing bahkan lebih unggul dari wilayah lain, seperti telur bebek rasa udang, mahkota dewa, bir pletok, dan ornamen destinasi wisata pesisir," kata Susanti. Iapun baru tahu karena setiap kelurahan punya produk unggulan.   



Semper Barat- Menjelang persiapan pantau Adipura tahap kedua, berbagai wilayah melakukan kesiapannya. Seperti terlihat di kawasan Semper Barat, Cilincing Jakarta Utara. Puluhan petugas nampak membersihkan akses jalan Mahakam dan area Komposting di RW 1 Semper Barat. Sampah-sampah dedaunan dikumpulkan kemudian dijadikan kompos.



Sementara petugas lainnya nampak memeriksa pot-pot kembang yang terpasang di akses jalan." Setiap minggu kami bersama petugas dan warga melakukan pengecekan, dari mulai kebersihan lingkungan sampai memeriksa penghijauan disekitar lokasi titik Adipura " kata Fredi Setiawan Lurah Semper Barat.
Dijelaskan Fredi, Kegiatan untuk terus menjaga dan merawat beberapa titik lokasi sudah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mengingat tahun ini Adipura kencana harus bisa di pertahankan. " Mudah-mudahan tercapai dan warga agar tetap terus mendukungnya " sahutnya.
Sementara itu, Arfah 40, tokoh masyarakat setempat, menyambut baik upaya pihak kelurahan untuk terus menjaga citra dan mengajak langsung warga untuk bersama-sama mempertahankan prestasi Adipura bagi Jakarta Utara. " Selain pemerintah Kota, aparat terkait masyarakat harus berperan aktif bersama-sama untuk mensukseskan Adipura bagi Jakarta Utara " tuturnya.Selain kawasan akses Jalan Mahakam dan lingkungan sekitarnya jadi titik pantau Adipura di Semper Barat, juga persiapan dilakukan pihak Sekolah SMU 92 dan SMU 75 yang juga masuk titik penilaian di wilayah Semper barat. (Rubian)

Semper Barat- WARGA Semper yang huniannya berdekatan dengan Kali Cakung Lama (KCL) meminta Sudin PU Air Pemkot Jakarta Utara untuk melakukan normalisasi kali tersebut. Pasalnya kondisi KCL kian mengecil dan lumpurnya mengeras. Jika dibiarkan, KCL tidak akan mampu menampung debit air. Sehingga air bisa meluap ke pemukiman warga.



"Sejauh ini air di KCL belum meluap. Namun warga tetap khawatir jika hujan deras mengguyur maka pemukiman warga bakal diterjang banjir," kata Amiruddin (45), Ketua RT 1/5 Semper Barat, Cilincing.
Amiruddin menambahkan, KCL merupakan kali besar yang dilintasi beberapa kelurahan, di antaranya Sukapura, Tugu Selatan, Pegangsaan Dua, Semper Barat, dan Semper Timur. KCL bermuara ke Cakung Draine sebelum menuju ke laut. Akibat kondisinya mengecil dan arus air terhambat dan mudah naik ke permukaan saat hujan deras turun.
Lurah Semper Barat Fredi Setiawan menuturkan, KCL yang melintas di wilayahnya merupakan kali vital. Ada beberapa anak kali yang menjadi penghubungnya yakni Kali Progo dan Kali Gubuk Genteng. Pihaknya sudah mengajukan usulan tersebut agar segera diperbaiki. "Tahun lalu Kali Gubuk Genteng sudah diturap. Namun belum tuntas, diharapkan pada 2010 ini bisa rampung," tuturnya.
Menanggapi hal ini, Kasudin PU Air Jakarta Utara Irvan Amtha menjelaskan, perbaikan KCL dilakukan secara bertahap. Untuk tahun anggaran 2010 direncanakan pengurasan lumpur dan penurapan di Kali Begog (Anak Kali Cakung Lama) kawasan Semper Timur. "Kita mulai perbaikannya dari muara hingga hulu, supaya air yang berasal dari hulu mudah mengalir menuju muara laut," tuturnya.
Ditambahkan Irvan, perbaikan Kali Begog ini karena kali tersebut merupakan kali penghubung menuju Cakung Draine dan Kali Begog merupakan satu-satunya kali besar yang menerima banyak air dari sejumlah saluran air yang berada di kawasan Cilincing. Di antaranya Kali Progo maupun KCL yang melintas dari Pegangsaan Dua, Sukapura, Tugu Selatan, dan Semper Barat. O rubian/dd

Foto Gallery

Penggemar

Kritik dan Saran

Sampaikan saran dan kritik anda melalui email di semperbarat@gmail.com